Kiss disini bukan cium/ciuman, tapi merupakan singkatan. Sahabat yang akrab dengan bacaan motivasi dan manajemen mungkin sudah akrab dengan singkatan ini. Aslinya ini singkatannya orang sono, amrik. Di modif biar akrab ditelinga kita.
KISS = Keep It Simple Sobat!
Singkatan aslinya kurang enak buat diajarkan ke putra-putri kita. Terjemahan bebas saya adalah jadikan semua masalah hal yang mudah. Kiss ini merupakan acuan saya waktu masih jadi karyawan di sebuah pabrik, sebagai orang produksi dituntut untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan ekspektasi pelanggan. Right? Tapi yang namanya manusia, mesin, dan methode kadang2 tidak berjalan sesuai prosedur, maka seringkali yang keluar dari mesin adalah product yang defect (NG = Not Good).
Jika ketemu produk NG biasanya manajemen langsung menyalahkan operator yang menjalankan mesin. Operator biasanya menyalahkan mesin yang kurang di mainten oleh bagian teknisi. Teknisi bilang targetnya ketinggian jadi mesin over heat akibat tidak diberi waktu untuk over haul. Terus begitu bagaikan lingkaran setan. Serem khan?
Sebenarnya "hampir" semua masalah bisa diselesaikan dengan sangat mudah jika semua bersedia menerima masukan dari pihak lain. Masukan yang diberikan juga wajib inputan untuk menyelesaikan maslah, bukan memperkeruh masalah. Ini yang lebih sering terjadi, jika ditemukan masalah maka yang memberi nasehat cenderung menyesatkan atau menyalahkan. Kasian khan yang lagi dapat masalah? Dan fokus pada how to solve the problem daripada who make the problem. Maka semua masalah akan menjadi sederhana.
Keep it simple Sob. Jadikan sederhana, Sob.
Pernah satu kali ditemukan product NG dengan prosentasi diatas 90%, artinya dari 100 product yang keluar dari mesin 90 pcs diantaranya rusak. Operator, Teknisi, dan Atasan lepas tangan. Mungkin mesin sudah harus di stop untuk di over haul. Tapi dengan pengamatan yang sabar dan mengikuti alur proses akhirnya ditemukan kesalahan justru di bagian input. Teknisi setting tidak sesuai standar sehingga benda produk sering tidak sempurna masuk ke mesin, Operator yang menjaga mesin saat menemukan product tidak masuk, diam saja tidak lapor teknisi. Maka berbagai faktor tersebut menyebabkan NG hingga 90%.
- Jika saja teknisi saat setting mau bersabar menunggu hingga 30~60 menit, hingga mesin stabil tentunya masalah bisa dideteksi lebih cepat. Maka prosedur setting mesin di revisi di buat ketentuan teknisi harus memastikan mesin running smooth. Dalam hidup sering muncul orang-orang yang sepertinya adalah pembawa masalah, tapi disadari atau tidak masalah itu muncul karena kita yang tidak siap. Right?
- Jika saja operator memberi perhatian saat mesin mengeluarkan sinyal error pertama kali saat benda produk gagal di loading (dimasukan), maka produk NG tidak akan mencapai 90%. Di buat prosedur kerja jalur informasi jika ditemukan ketidaksesuaian dalam proses produksi. Dalam hidup berkehidupan sehari-hari, Yang Maha Kuasa sudah memberi aneka jalur informasi untuk mengadu kepadaNYA. Berdo'a, dan sholat. JIka ingin diperhatikan lagi laksanakan sunnah Rasululooh. Insya Alloh laporan kita lebih cepat sampainya dan tepat solusinya.
- Jika saja atasan bisa bersabar (calm down) setiap melihat report defect, maka operator dan teknisi bisa berkolaborasi dengan fun, tanpa merasa dipersalahkan atas tanggung jawab masing-masing. Mereka bisa bekerja sama tanpa harus bersaing. Atasan harus percaya bahwa bawahannya juga menginginkan output terbaik, posisikan diri sebagai partner kerja bukan BIG BOSS. Coz You are not. [ini bukan curhatan hati, tapi karena saya posisinya ditengah-tengah, dulu saat masalah ini ditemukan hanya berharap punya atasan yang lebih dewasa dan ngayomi bukan grusa-grusu type]
- Jika saja prinsip KISS, keep it simple, sob, sudah diterapkan sejak awal. Semua masalah tidak seheboh dan sepanik yang terjadi saat itu. Bukankah karena ini mesin, tinggal di stop mesinnya, lacak sumber masalah dari bottom to top? Begitu juga hidup ini tinggal di track back untuk mencari sumber permasalahan.
Maka sebagai penutup dari tulisan ini, problema kecil itu teramat sering terjadi dalam kehidupan kita, pilah-pilahlah setiap problem, fokuslah untuk menyelesaikan yang paling signifikan (Paling besar, pada kasus diatas adalah dengan rate 90%). Bisa atau tidak bisa masalah diselesaikan, bukan faktor sebuah masalah harus diangkat. Bukan pula membiasakan menyepelekan problem kecil, semua akan ada jalan keluarnya bila diselesaikan satu persatu (B3 = bit by bit) Fokus pada menyelesaikan masalah bukan mencari siapa yang salah (How Not WHo -- posisi huruf aja yang dibalik mudah khan?). Terima semua masukan, karena 2 kepala lebih baik dari pada satu kepala. So KISS please . . .
Semoga manfaat buat yang sedang Kacau Galau. Just remember Alloh SWT, KISS, HNW, dan B3.
Salam Sukses Selalu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar